Select Menu
Tutup X

Template Information

Featured Content Slider

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Combined Posts 2

Mag Post 2

2 Column Post

Simple Post

Simple Post 2

New Carousel

Video Posts


Mana yang Lebih Baik, Air Dingin atau Hangat Saat Buka Puasa? Apa kebiasaan orang Indonesia saat berbuka puasa? Minum dan makan makanan manis, terutama yang dingin. Memang hal ini tidak dilarang, karena memakan makanan manis saat berbuka sendiri adalah sunah.

Tidak ada larangan atau anjuran khusus mengenai konsumsi air dingin atau air hangat saat berbuka puasa, ini tergantung selera masing-masing orang. Tetapi, ahli gizi menganjurkan, saat berbuka puasa, untuk minum air hangat agar tubuh lebih nyaman. Hal ini seperti disampaikan Ahli Gizi yang juga Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Saptawati Bardosono M, Sc  bahwa saat puasa, suhu tubuh akan menurun sehingga dikahwatirkan bila langsung minum es tubuh akan kaget.

Dr. Saptawati mengungkapkan, “Coba cek, sewaktu puasa, suhu tubuh kita menghangat. Sehingga akan lebih baik minum air hangat saat buka puasa. karena kalau dingin nggak nyaman untuk tenggorokan dan kalau terlalu panas juga susah. Sealin itu, jika buka puasa langsung minum air dingin, membutuhkan waktu untuk lambung menyesuaikannya.”

Selain itu, dr. Saptawati juga mengingatkan agar tidak berlebihan mengkonsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka puasa. Manis memang disarankan, tetapi jumlahnya tetap harus diatur. Menurutnya, rasa manis bisa menjadi lemak karena kalorinya yang tinggi. “Kita kan dianjurkan untuk makan 1 kurma. Tapi apa, kebiasaan orang kita makan 1 mangkuk kolak dengan banyak gula,” terangnya.

Jadi, jelas kan kalau berlebihan bukan hal baik? Jangan sampai karena makan terlalu kenyang saat berbuka membuat ‘ngantuk’ dan tidak bisa mengikuti shalat tarawih. Rugi besar tuh!

Kurma adalah buah asal Timur Tengah yang di Indonesia identik dengan bulan puasa atau Ramadhan. Saat berbuka puasa, maka disunnahkan mengonsumsi buah kurma dengan jumlah yang ganjil, sebelum mengonsumsi berbagai makanan lainnya.

Selain dianjurkan oleh Nabi, ternyata mengonsumsi kurma untuk takjil buka puasa membawa manfaat kesehatan juga. Apa saja manfaat kesehatannya? Simak berikut ini seperti dirangkum dari berbagai sumber:

    1. Mudah dicerna. Saat buka puasa, maka makanan yang pertama dikonsumsi ada baiknya yang mudah dicerna, serta nutrisinya menyehatkan untuk menghasilkan energi. Energi yang masuk dalam tubuh tersebut akan menggantikan energi tubuh yang terpakai akibat seharian tidak makan. Kurma sangat mudah dicerna.
    2. Menghilangkan lapar. Mengonsumsi kurma sebanyak 1 atau 3 biji sudah cukup untuk menghilangkan lapar yang mendera sepanjang hari. Ini bermanfaat untuk mencegah Anda makan berlebihan, sebab perut sudah terasa kenyang.
    3. Mempersiapkan pencernaan. Sebelum makan nasi atau makanan berat lainnya, kurma akan mempersiapkan pencernaan yang sepanjang hari kosong. Itu akan mengurangi rasa perih atau sakit perut Anda, juga masalah pencernaan lainnya.
    4. Sumber energi sehat. Kurma mengandung energi dari glukosa yang baik bagi tubuh. Namun untuk penderita diabetes, ada baiknya membatasi asupan kurma sebab bagaimanapun glukosa yang terlalu banyak tak sehat bagi mereka.
    5. Serat. Kurma juga mengandung serat yang baik bagi pencernaan. Manfaatnya adalah menghindarkan dari sembelit akibat kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Jadi jangan lupa menyediakan kurma di rumah Anda, sebagai teman berbuka puasa.